Jumat, 16 September 2011

Mahar yang Baik Menurut Islam


Mahar..

Mahar merupakan syarat sah nya sebuah pernikahan. Banyak yang salah kaprah menyikapi masalah mahar.

Kadang kita temui di luar sana, ada calon pengantin wanita yang meminta mahar sewajarnya, sewajarnya dalam artian tidak memberatkan calon pengantin pria atau keluarganya. Namun terkadang orang tua si wanita tidak terima jika anaknya dihargai dengan mahar "hanya sebesar" itu. Orang tua si wanita cenderung menentukan, sekian besar mahar yang wajar untuk anaknya dengan alasan anaknya lulusan perguruan tinggi terkenal, sekolahnya mahal, karirnya bagus, atau apalah alasan lain yang berbau duniawi.

"Padahal sebenarnya mahar adalah merupakan hak si wanita. Dia yang seharusnya secara pribadi memiliki mahar tersebut. Adapun orang tua atau keluarganya yang lain tidak punya hak."


Mahar bukanlah sesuatu yang harus dibesar2kan. Misalkan si pria mampu memberikan 5 gram emas, ya asalkan si wanita ikhlas, maka insya Allah ridho Allah bersama pernikahan mereka.

Semoga Allah menjadikan kita orang2 yang bijak dalam menyikapi masalah mahar. Jangan sampai karena mahar, pernikahan menjadi terkendala. Pernikahan itu adalah sebuah niat baik, niat baik tidak selalu dinilai dengan "nominal atau gram yang besar" . Bukankah Allah tidak menyukai sesuatu yang berlebih2an??

Bismillah,

Semoga bagi yang memiliki niat baik untuk menikah, tidak terganjal oleh masalah mahar, karena di luar sana masih banyak saudara2 kita yang mengalami masalah ini. Namun tidak sedikit juga yang lancar meski dengan mahar yang sederhana. :)



Happy :kimpoi buat yang sudah dan akan menyusul


-Rita- :kissing:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar